#2 Penjelasan: Hadist Ibnu Abbas-Benarkah Ibnu Abbas Pernah Meliburkan Shalat Jumat?

Optimalisasi Ikhtiar Langit dan Bumi Dengan Menjaga Amanah Ilmi

Benarkah Ibnu Abas Ra. Pernah Meliburkan Shalat Jumat? (Bagian II)

Hadis Ibnu Abbas Versi I

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلاَ تَقُلْ حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ قُلْ صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا قَالَ فَعَلَهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي إِنَّ الْجُمْعَةَ عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُحْرِجَكُمْ فَتَمْشُونَ فِي الطِّينِ وَالدَّحَضِ

Dalam konteks hadis ini, Al-Hafizh Ibnu Hajar tidak membicarakan apakah Ibnu Abbas shalat Jumat beserta jamaah yang bisa hadir di masjid ataukah tidak, namun beliau membicarakan apakah Ibnu Abbas mengumpulkan mereka yang tidak bisa pergi ke masjid untuk Jumatan ataukah tidak. Sehubungan dengan pendapat Az-Zayn bin Al-Munir bahwa Ibnu Abbas mengumpulkan mereka:

وقال الزين بن المنير: الظاهر أن ابن عباس لا يرخص في ترك الجمعة، وأما قوله: “صلوا في بيوتكم ” فإشارة منه إلى العصر، فرخص لهم في ترك الجماعة فيها، وأما الجمعة فقد جمعهم لها فالظاهر أنه جمع بهم فيها. قال: ويحتمل أن يكون جمعهم للجمعة ليعلمهم بالرخصة في تركها في مثل ذلك ليعملوا به في المستقبل. انتهى.

Kata Al-Hafizh:
والذي يظهر أنه لم يجمعهم
“ Yang jelas, bahwa Ibnu ‘Abbas tidak mengumpulkan mereka”

Jika pendekatan yang digunakan adalah model perbandingan madzhab (Muqaaran al-Madzahib) tampak jelas Al-Hafizh Ibnu Hajar sangat menjaga amanah ilmiah, karena beliau menampilkan apa adanya bahwa kalimat pada hadis itu mengandung dua kemungkinan makna : (a) Zhahirnya Ibnu Abbas mengumpulkan mereka untuk shalat Jumat bersama, (b) Zhahirnya Ibnu Abbas tidak mengumpulkan mereka untuk shalat Jumat bersama. Beliau cenderung kepada makna B, sebalik dari Imam Az-Zain bin Al-Munir.

Dimana letak pengaburan maksud Ibnu Abbas?

yaitu mengartikan kalimat:
أنه لم يجمعهم
“Ibn ‘Abbas tidak mengamalkan shalat Jum’at bersama mereka (yang hadir).”

Bukan saja menunjukkan ketidakcermatan dalam memahami idiom teks bahasa Arab, juga mencederai amanah ilmiah Al-Hafizh

Apalagi ditambah—untuk tidak menyebut diperparah—dengan kesimpulan yang tidak tepat—untuk tidak menyebut tergesa-gesa:

“Berdasarkan hadits ini, shalat Jum’at tidak perlu didatangi. Ibn ‘Abbas dan muadzdzinnya pun tidak jadi mengamalkan shalat Jum’at, melainkan shalat zhuhur biasa, sebagaimana dijelaskan al-Hafizh Ibn Hajar”

Hadis Ibnu Abbas Versi II

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ : خَطَبَنَا ابْنُ عَبَّاسٍ فِي يَوْمٍ ذِي رَدْغٍ فَأَمَرَ الْمُؤَذِّنَ لَمَّا بَلَغَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ قَالَ: قُلِ الصَّلَاةُ فِي الرِّحَالِ فَنَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ فَكَأَنَّهُمْ أَنْكَرُوا ، فَقَالَ: كَأَنَّكُمْ أَنْكَرْتُمْ هَذَا إِنَّ هَذَا فَعَلَهُ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّي يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، إِنَّهَا عَزْمَةٌ وَإِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أُحْرِجَكُمْ

Dalam konteks hadis ini, Al-Hafizh Ibnu Hajar memastikan Ibnu Abbas shalat Jumat beserta jamaah yang bisa hadir di masjid. Sehubungan dengan itu, Al-Hafizh berkata:
وَمُطَابَقَة ذَلِكَ لِحَدِيثِ اِبْن عَبَّاس مِنْ قَوْله فِيهِ ” فَنَظَرَ بَعْضهمْ إِلَى بَعْض ” لَمَّا أَمَرَ الْمُؤَذِّن أَنْ يَقُول ” الصَّلَاة فِي الرِّحَال ” فَإِنَّهُ دَالٌّ عَلَى أَنَّ بَعْضهمْ حَضَرَ وَبَعْضهمْ لَمْ يَحْضُر وَمَعَ ذَلِكَ خَطَبَ وَصَلَّى بِمَنْ حَضَرَ
“dan kesesuaian judul bab dengan hadis Ibnu Abbas terdapat pada kalimat: ‘Maka orang-orang pun saling memandang satu sama lain’ ketika ia memerintah muadzin mengatakan: ‘Shalat di tempat’ maka itu menunjukkan bahwa sebagian hadir di masjid dan sebagian lagi tidak hadir, dan bersamaan dengan itu Imam berkhutbah dan shalat Jumat bersama orang yang hadir” Fath Al-Bari, II: 495

Kesimpulannya bahwa untuk menunjukkan Ibnu Abbas Shalat Jumat tidak membutuhkan kalimat penegas, sebab kalimatnya memang sudah tegas.

Dirasa tidak tegas boleh jadi karena gagal faham atas idiom (جمعهم) dan (جمع بهم)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *